banner dprd berau

Demi Selamatkan 40 Ribu Peserta BPJS, Rehab Total Puskesmas Derawan Ditunda

Tanjung Redeb – Rencana rehabilitasi total Puskesmas Pulau Derawan yang sebelumnya diusulkan sebagai program prioritas, dipastikan belum dapat direalisasikan pada tahun ini. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie, menyebutkan usulan tersebut sebenarnya telah masuk dalam daftar pengawalan khusus Dinas Kesehatan.

Menurutnya, pihak Dinkes bersama tim internal dan manajemen Puskesmas Derawan sudah melakukan pembahasan serius terkait rencana rehab total tersebut. Bahkan, proyek itu sempat digadang-gadang menjadi “masterpiece” untuk Pulau Derawan, mengingat kawasan tersebut merupakan fokus utama pariwisata Kabupaten Berau.

Baca Juga  Pemkab Berau Serius Garap Pengolahan Perikanan

“Usulan rehab total Puskesmas Pulau Derawan sebenarnya sudah menjadi salah satu usulan spesial yang kami kawal. Kami sudah berunding dengan tim internal Dinkes dan Puskesmas Derawan. Harapannya memang bisa menjadi salah satu masterpiece untuk mendukung Derawan sebagai destinasi utama pariwisata,” ujar Lamlay.

Namun demikian, kebijakan efisiensi anggaran membuat seluruh usulan rehabilitasi total Puskesmas induk sementara waktu dialihkan. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk menjamin keberlanjutan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Disdik Berau Atur Pola Belajar Ramadhan, Kegiatan Religi Diperkuat

Lamlay menjelaskan, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan dampak yang lebih luas. Jika anggaran tetap difokuskan pada pembangunan fisik, maka sekitar 40 ribu peserta BPJS di Berau berpotensi kehilangan jaminan kepesertaan.

“Kalau kami harus memilih antara mengawal rehab beberapa Puskesmas induk dengan 40.000 peserta BPJS yang bisa kehilangan kepesertaannya, tentu kami memilih memastikan jaminan kesehatan masyarakat tetap berjalan,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkab Berau Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih di Tingkat Kampung

Meski demikian, ia memastikan bahwa usulan rehab total Puskesmas Derawan tidak dibatalkan, melainkan hanya ditunda. Dinas Kesehatan tetap akan mengawal program tersebut agar dapat kembali diusulkan sebagai prioritas pada tahun anggaran berikutnya.

“Kami mohon maaf jika tahun ini terlihat seolah-olah hilang. Itu tidak hilang, tetap kami kawal. Mudah-mudahan tahun depan ada peluang besar untuk kembali kita perjuangkan,” tutupnya. (Cha)