DPRD Berau Dukung Pelatihan Staf Kampung, Arahkan Pengelolaan Aset Menjadi Produktif
Berau – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Frans Lewi memberikan dukungan penuh terhadap langkah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) dalam menyelenggarakan pelatihan serta pendampingan terarah kepada staf kampung sehubungan dengan pengelolaan aset milik kampung secara optimal.
Menurutnya, kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara teratur, masif, dan berkelanjutan akan sangat bermanfaat bagi staf kampung untuk mengelola aset dengan cara yang profesional, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku. Terutama karena peraturan tentang pengelolaan aset publik selalu mengalami perubahan setiap tahunnya, sehingga keahlian yang terkini sangat diperlukan.
“Tentu saja kita mendukung pelatihan ini dengan sepenuh hati, karena hal itu akan menambah wawasan dan pemahaman mendalam bagi staf kampung; yang awalnya tidak mengetahui aturan dan teknik pengelolaan, menjadi memahami dengan jelas dan mampu bekerja dengan optimal serta bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia mengakui jujur, saat ini berbagai aset kampung khususnya tanah milik kampung yang luas, belum dikelola dengan baik dan efisien. Menurutnya, jika tanah tersebut dibiarkan tanpa perawatan dan pemanfaatan yang tepat akan menimbulkan kerugian besar bagi pemerintahan kampung serta masyarakatnya.
“Masih ada banyak, terutama di daerah pesisir yang potensial, tanah kampung yang belum dimanfaatkan sama sekali. Pemerintah kampung mungkin mengira cukup hanya mencatat data tanah di berkas. Tapi akan lebih baik jika tanah itu diolah secara cermat, dibangun bangunan yang bermanfaat atau dijadikan tempat bercocok tanam yang produktif,” jelasnya.
Frans mengharapkan pendampingan terhadap staf kampung dalam mengelola aset kampung tidak hanya terbatas pada hal-hal administratif semata. Staf kampung juga harus didorong untuk mengelola aset yang ada agar bisa tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat nyata.
“Kita berharap dinas yang terkait juga bisa membantu staf kampung memikirkan cara kreatif agar tanah-tanah yang selama ini terlantar dan tidak menghasilkan apa-apa, bisa dimanfaatkan untuk hal yang produktif dan mampu memberikan pendapatan tambahan bagi kas kampung serta meningkatkan kesejahteraan warga,” tandasnya. (Adv/ms)











