banner dprd berau

Tangani Abrasi Derawan, Pemkab Siapkan Anggaran Rp180 Miliar Bertahap

TANJUNG REDEB – Penanganan abrasi di Pulau Derawan membutuhkan anggaran hingga Rp180 miliar. Besarnya kebutuhan dana tersebut membuat pemerintah daerah merencanakan pengerjaan secara bertahap, dengan target alokasi awal mulai tahun anggaran 2027.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan penanganan abrasi di pulau yang menjadi salah satu destinasi unggulan Berau itu masih terkendala proses perizinan lingkungan. Padahal, sebelumnya telah tersedia anggaran sekitar Rp25 miliar untuk mendukung pekerjaan tersebut.

Baca Juga  Miras Kian Marak, Pemuda Berau Turun ke DPRD Tuntut Penegakan Perda

Menurutnya, persoalan abrasi tidak bisa ditangani hanya dengan mengandalkan pekerjaan fisik di sepanjang pantai. Kondisi arus laut, karakteristik pesisir, hingga dampak terhadap ekosistem pulau harus diperhitungkan agar upaya perlindungan pantai tidak justru menimbulkan persoalan baru.

Kajian teknis dan lingkungan pun dilakukan secara mendalam, termasuk menilai dampak metode pengerjaan terhadap perubahan bentuk pulau.

Baca Juga  Pihak Berwenang Didesak Aktif Amankan Kekayaan Perairan Berau

“Kalau ada pekerjaan fisik di pinggir pantai, kondisi arus dan iklim setempat harus benar-benar diperhatikan karena bisa mengubah bentuk pulau secara keseluruhan,” jelas Hendra.

Ia menyebutkan, proses perizinan lingkungan kini telah memasuki tahap akhir setelah dilakukan survei tambahan oleh BPK. Penyelesaiannya ditargetkan dapat dirampungkan pada tahun ini.

Dengan kebutuhan penanganan yang mencakup hampir separuh wilayah Pulau Derawan, pembiayaan menjadi salah satu tantangan yang harus disiasati. Pemerintah daerah berencana membagi kebutuhan anggaran tersebut ke dalam beberapa tahap agar pekerjaan dapat berjalan sesuai kesiapan perencanaan dan ketersediaan dana.

Baca Juga  Inovasi e-Landak Garapan Disdukcapil Berau Raih Dukungan Penuh Bupati

Penanganan abrasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan pesisir Pulau Derawan, terutama untuk mempertahankan kondisi lingkungan di tengah aktivitas pariwisata yang terus berkembang. (Cha)