200 Ribu Bibit Kakao Mulai Disalurkan ke 8 Kelompok Tani di 6 Kampung
TANJUNG REDEB – Sebanyak 200 ribu bibit kakao mulai disalurkan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perkebunan kepada delapan kelompok tani yang tersebar di enam kampung sentra budidaya kakao.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan tanaman kakao pada lahan seluas 200 hektare. Penyaluran dilakukan secara bertahap kepada kelompok tani penerima sesuai dengan lokasi dan kesiapan lahan masing-masing.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas pengembangan kakao sekaligus memperkuat produksi komoditas perkebunan yang dinilai memiliki potensi ekonomi cukup besar di Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan bantuan 200 ribu bibit tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian yang diperoleh setelah Pemkab Berau mengusulkan pengembangan kakao kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman melalui forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
“Ini upaya kami yang langsung mengusulkan kepada Kementerian Pertanian dan Alhamdulillah bantuan untuk 200 hektare ini telah siap disalurkan,” ujarnya.
Menurut Sri Juniarsih, dukungan bibit tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas kebun kakao di wilayah sentra produksi.
Terlebih, kakao asal Berau dinilai memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar luar daerah hingga internasional. Sejumlah produk biji kakao dari Berau juga telah berhasil menembus pasar ekspor.
“Berau dengan kultur tanahnya sangat cocok untuk budidaya kakao ini. Tentu kita ingin produksi coklat dari Berau semakin meningkat memenuhi kebutuhan nasional maupun internasional,” jelasnya.
Pemkab Berau juga menyiapkan pendampingan bagi kelompok tani penerima bantuan. Dinas terkait bersama tenaga penyuluh akan mendampingi petani dalam proses budidaya, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan tanaman.
Selain bantuan bibit, pemerintah daerah juga berencana mengusulkan dukungan lanjutan berupa pupuk dan tambahan bibit untuk memperluas areal tanam kakao.
“Kita akan terus memberikan pendampingan, termasuk mengusulkan bantuan pupuk dan tambahan bibit untuk perluasan areal tanam,” tutupnya. (Cha/ADV)











