Manfaatkan Lahan Menganggur, Bandara Kalimarau Kembangkan Unit Usaha Baru
TANJUNG REDEB – Bandara Kalimarau mulai mengoptimalkan aset yang belum produktif untuk membuka sumber pendapatan baru. Sejumlah unit usaha dikembangkan, mulai dari pencucian kendaraan, depo air minum isi ulang, penjualan es kristal, hingga pusat kuliner dan minimarket.
Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan pendapatan Bandara Kalimarau yang berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU).
Ia mengungkapkan, pengembangan usaha dilakukan dengan memanfaatkan lahan bandara yang selama ini belum digunakan secara optimal.
“Karena kami BLU, untuk menambah pendapatan, kami membuat inovasi. Sementara ini membuat car wash yang masih dalam proses pembuatan, kemudian depo isi ulang dan penjualan es kristal sudah berjalan,” ungkapnya.
Selain usaha tersebut, pihak bandara juga merencanakan pembangunan BLU Mart yang akan ditempatkan di kawasan terminal. Kehadirannya diharapkan dapat menambah fasilitas bagi penumpang sekaligus menjadi sumber pendapatan bandara.
Seluruh unit usaha itu akan dikembangkan di atas lahan milik Bandara Kalimarau, sehingga pemanfaatan aset dapat lebih maksimal.
“Kami memanfaatkan aset jadi akan kami optimalkan untuk pendapatan BLU,” jelasnya.
Sementara itu, pengembangan fasilitas kuliner melalui food court di samping terminal telah berjalan. Keberadaan pusat kuliner tersebut menjadi salah satu fasilitas bagi penumpang maupun masyarakat yang berkunjung ke kawasan bandara.
Namun, harga makanan dan minuman di kawasan tersebut sempat menjadi perhatian sejumlah pengunjung, khususnya saat musim keberangkatan haji.
Menanggapi hal tersebut, Patah menjelaskan bahwa harga jual ditentukan oleh masing-masing pedagang. Biaya sewa tempat dan konsesi menjadi faktor yang turut memengaruhi harga produk.
“Memang karena ada sewa dan konsesi, harganya pasti harga standar bandara. Tidak ada permainan karena pembayarannya semua pakai QRIS,” terangnya.
Ia menegaskan, penetapan harga sepenuhnya berada di tangan pedagang, sedangkan penggunaan QRIS diterapkan untuk mendukung transparansi pembayaran.
Pengembangan berbagai unit usaha tersebut juga diarahkan untuk memenuhi target indikator kinerja utama atau KPI Bandara Kalimarau, sekaligus mengoptimalkan potensi pendapatan dari aset yang dimiliki.(Cha)











