banner dprd berau

BEC 2026 Jadi Wadah Pengembangan Wisata Budaya dan Ekonomi Kreatif Berau

TANJUNG REDEB – Kekayaan destinasi wisata alam di Kabupaten Berau dinilai perlu diimbangi dengan pengembangan atraksi budaya dan ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama sekaligus meningkatkan perputaran uang di daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Wisatawan juga perlu disuguhi beragam aktivitas dan produk kreatif yang dapat dinikmati selama berkunjung.

“Dengan atraksi budaya, wisatawan akan lebih lama tinggal dan dengan ekonomi kreatif wisatawan akan lebih banyak membelanjakan uangnya,” ungkapnya.

Baca Juga  Disdik Berau Wajibkan Sekolah Terapkan Protokol Ketat akibat Kabut Asap Karhutla

Menurut Yudha, sejumlah daerah seperti Banyuwangi, Jember, Malang, hingga Bali telah menunjukkan bagaimana seni budaya dan ekonomi kreatif dapat menjadi penopang sektor pariwisata.

Konsep serupa ingin dikembangkan di Berau dengan memanfaatkan kekayaan tradisi dan keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat.

Salah satu upayanya melalui Berau Ethno Carnival (BEC) 2026, yang menghadirkan perpaduan seni, tradisi, dan budaya dalam bentuk busana kontemporer.

Kegiatan yang melibatkan 42 kelompok peserta dari kalangan pelajar, OPD, BUMD, dan paguyuban tersebut diharapkan dapat membuka ruang kreativitas, khususnya bagi generasi muda.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Diskan Berikan Pendampingan Pemasaran Bagi Nelayan

Yudha menilai, pengembangan atraksi budaya juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan ekonomi Berau terhadap sektor ekstraktif.

“Hal ini sebagai langkah transformasi dari ketergantungan kita terhadap ekonomi ekstraktif ke sektor pariwisata yang ditopang oleh seni budaya dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Ia berharap Berau ke depan tidak hanya dikenal karena destinasi wisata alamnya, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki kekuatan di bidang budaya dan industri kreatif.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyebut keberagaman suku yang hidup di Berau merupakan potensi besar dalam pengembangan wisata budaya.

Baca Juga  Hotel dan Homestay di Berau Didorong Kurangi Air Minum Kemasan Plastik

Selain tiga suku asli, yakni Dayak, Banua, dan Bajau, Berau juga menjadi tempat tinggal berbagai suku dari daerah lain di Indonesia.

Keberagaman tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk menghadirkan atraksi budaya yang lebih beragam sekaligus memperkuat identitas daerah.

Melalui pengembangan pariwisata yang ditopang budaya dan ekonomi kreatif, Berau diharapkan memiliki sumber pertumbuhan ekonomi alternatif yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.(Adv/Cha)