Bahasa Banua Segera Jadi Muatan Lokal, Diterapkan Serentak di 60 SMP Berau
Tanjung Redeb – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau akan segera menerapkan muatan lokal Bahasa Banua di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Program ini saat ini telah melewati tahap uji publik dan tinggal menunggu proses lanjutan untuk resmi diberlakukan.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menyampaikan bahwa muatan lokal tersebut dirancang tidak hanya berfokus pada bahasa, tetapi juga mencakup aspek budaya, sejarah, kuliner, hingga seni.
“Untuk muatan lokal tadi itu sudah terakhir, uji publik. Jadi kalau uji publik ini sudah selesai, maka nanti bisa diteruskan untuk menjadi muatan lokal bahasa Banua,” ujarnya.
Ia memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung penerapan program tersebut. Meski jumlah tenaga pengajar belum dihitung secara rinci, skema awal akan menempatkan minimal satu pengajar di setiap sekolah.
“Paling tidak di satu sekolah itu satu dulu. Nanti bisa dibantu oleh guru yang kekurangan jam mengajar, terutama guru bahasa Indonesia,” jelasnya.
Program ini akan langsung diterapkan secara menyeluruh di seluruh SMP di Kabupaten Berau, tanpa melalui tahap uji coba terbatas. Diperkirakan ada sekitar 60 SMP, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di 13 kecamatan.
“Langsung semua. Muatan lokalnya nanti langsung semua,” tegasnya.
Ke depan, kebijakan ini juga akan menyasar jenjang sekolah dasar (SD). Hal ini seiring rencana menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran reguler mulai tahun 2027, sehingga membuka ruang bagi perubahan muatan lokal di tingkat SD.
“Untuk saat ini muatan lokal di SD itu bahasa Inggris. Nah, tahun 2027 bahasa Inggris sudah menjadi pelajaran reguler, sehingga muatan lokalnya kita harus ganti,” tambahnya.
Terkait tenaga pengajar, Dinas Pendidikan Berau akan memaksimalkan guru yang ada, seperti guru seni, bahasa Indonesia, maupun guru lain yang membutuhkan tambahan jam mengajar untuk memenuhi sertifikasi. Prioritas akan diberikan kepada guru yang memiliki kemampuan berbahasa Banua.
“Sementara kita tidak ada pengangkatan. Jadi ini mata pelajaran tambahan yang bisa diajarkan dengan guru yang ada,” pungkasnya. (Cha)











