banner dprd berau

DPRD Ingatkan, Relokasi Museum Batubara Jangan Hilangkan Nilai Sejarah

Berau – Rencana pemindahan Museum Batubara Teluk Bayur ke gedung KNPI menuai perhatian serius dari Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. Ia mengingatkan agar kebijakan relokasi ini tidak sampai mengaburkan apalagi menghilangkan nilai historis mendalam yang selama ini melekat erat pada lokasi awal museum tersebut.

​Menurut Sumadi, museum bukan sekadar tempat penyimpanan barang antik, sehingga tidak bisa dipindahkan sembarangan tanpa mempertimbangkan aspek sosiograstis dan sejarah. Ia menilai, jika lokasi saat ini memiliki nilai histori yang kuat bagi masyarakat Teluk Bayur, maka hal tersebut harus menjadi parameter utama sebelum mengambil keputusan final.

Baca Juga  Jalur Laut Berau - Tarakan Dibuka, Imigrasi Soroti Potensi Pergerakan TKI Ilegal

​“Jangan sampai hanya sekadar pindah fisik ke gedung baru, tapi esensi dan ruh sejarahnya justru hilang di tempat yang baru nanti,” tegasnya.

​Informasi yang berkembang menyebutkan, jika dipindahkan ke gedung KNPI, museum tersebut akan berubah konsep menjadi Museum Kota Tua Teluk Bayur. Sementara bangunan lama rencananya tidak lagi difungsikan sebagai Museum Batubara, sebuah langkah yang dikhawatirkan akan memutus narasi sejarah pertambangan di Bumi Batiwakkal.

Baca Juga  DPRD Berau Minta Status KBK Dibereskan Agar Pembangunan Tak Mandek

​Menanggapi hal itu, Sumadi menyarankan agar pemerintah melakukan kajian komprehensif. Gedung KNPI sebaiknya tetap bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya, sementara konsep kota tua dapat dikembangkan secara terintegrasi tanpa menghapus identitas sejarah pertambangan yang sudah menjadi ikon daerah selama puluhan tahun.

​Ia juga berharap masyarakat dapat menerima keputusan pemerintah daerah sepanjang kebijakan tersebut tetap berorientasi pada penjagaan nilai sejarah dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata. Menurutnya, revitalisasi dan optimalisasi kawasan sejarah yang tepat sasaran berpotensi besar mendatangkan wisatawan mancanegara maupun domestik, yang pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian warga sekitar.

Baca Juga  Meskipun Anggaran Terbatas, Kecamatan Sambaliung Dorong Pembangunan Lewat Kakao dan Pariwisata

​“Yang paling krusial adalah sejarah tetap terjaga orisinalitasnya, tapi di saat yang sama manfaat ekonominya juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (Cha/ADV)