Berau dalam Gambar, Rekam Jejak Perubahan Daerah Lewat Fotografi
TANJUNG REDEB – Perjalanan Kabupaten Berau dari masa ke masa tidak hanya tercatat melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui bidikan kamera yang merekam perubahan kehidupan masyarakat. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari cerita sejarah yang dihadirkan dalam pameran fotografi Berau dalam Gambar.
Pameran ini menjadi ruang bagi para fotografer dan kontributor foto untuk menampilkan karya yang tidak sekadar menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan cerita tentang perkembangan daerah, kebudayaan, hingga potensi pariwisata Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, dokumentasi fotografi memiliki nilai penting karena dapat menjadi arsip yang merekam perjalanan daerah sekaligus referensi untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu.
Ia menilai, foto-foto yang ditampilkan memberikan gambaran mengenai kondisi Berau pada masa lalu hingga perkembangannya saat ini. Perbandingan tersebut memperlihatkan perubahan yang terjadi, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia.
“Dokumentasi merupakan sebuah arsip yang sangat berharga yang dapat dijadikan gambaran, acuan, bahkan kenangan,” ujarnya.
Sri Juniarsih menambahkan, rekaman perjalanan daerah melalui foto juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merencanakan pembangunan ke depan.
Dengan demikian, program pembangunan yang belum tuntas dapat menjadi bagian dari agenda berkelanjutan, meskipun kepemimpinan daerah berganti.
Menurutnya, fotografi memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan yang tidak selalu bisa dijelaskan melalui kata-kata. Sebuah foto dapat menghadirkan cerita, mengajak masyarakat memahami suatu keadaan, sekaligus membangun ingatan kolektif tentang perjalanan sebuah daerah.
Karena itu, ia berharap karya yang dipamerkan tidak hanya berorientasi pada keindahan gambar, tetapi juga mampu memberikan makna bagi orang yang melihatnya.
“Foto tersebut menyimpan pesan, mengandung pesan, bahkan mengandung ajakan,” katanya.
Selain merekam sejarah dan perubahan daerah, pameran Berau dalam Gambar juga menampilkan keberagaman budaya serta objek wisata yang dimiliki Kabupaten Berau. Karya-karya tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas sekaligus mendorong promosi pariwisata.
Sri Juniarsih turut mendorong generasi muda untuk mengembangkan minat di bidang fotografi. Di tengah perkembangan teknologi digital, ia menilai kreativitas fotografer tetap diperlukan agar dokumentasi yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai cerita.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keaslian objek dalam pengolahan foto menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, teknologi dapat membantu proses kreatif, tetapi hasil akhirnya tetap perlu diperhatikan agar tidak mengubah karakter asli subjek yang ditampilkan.
Lebih jauh, pameran tersebut dinilai menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif di Berau. Kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas fotografi, pelaku media, dan berbagai pihak diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi kreativitas masyarakat.
Melalui Berau dalam Gambar, foto tidak hanya menjadi rekaman peristiwa yang telah berlalu. Karya-karya yang ditampilkan juga menjadi pengingat tentang perubahan yang telah terjadi, sekaligus sumber inspirasi untuk melihat arah perkembangan Berau pada masa mendatang.
Dengan mengusung semangat merawat memori, pameran ini menempatkan fotografi sebagai medium untuk menjaga cerita, identitas, dan perjalanan Kabupaten Berau agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.(Adv/Cha)











