banner dprd berau

Muhammad Amin Gantikan Suriansyah, Sinergi DPRD dan Pemkab Jadi Sorotan

TANJUNG REDEB – Pergantian anggota DPRD Berau melalui mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW) menjadi momentum untuk memperkuat kembali kerja sama antara legislatif dan eksekutif. Muhammad Amin resmi mengisi kursi yang ditinggalkan almarhum Suriansyah, sesama kader Partai Hanura, di Komisi II DPRD Berau.

Pengambilan sumpah dan pelantikan berlangsung dalam Rapat Paripurna di ruang rapat gabungan DPRD Berau, Rabu (14/10).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan membangun kemitraan yang sehat antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Menurutnya, hubungan yang baik antarlembaga menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjalankan pemerintahan dan mendorong pembangunan daerah.

Ia juga menyampaikan penghormatan atas pengabdian almarhum Suriansyah selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Kontribusi yang telah diberikan dinilai menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun Kabupaten Berau.

Baca Juga  Penghasilan Menipis, Sopir Angkutan Keluhkan Sulitnya Solar dan Sepinya Pekerjaan

Sri Juniarsih mengatakan, proses PAW merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan untuk menjaga kesinambungan tugas dan fungsi DPRD. Dengan adanya anggota baru, ia berharap pelaksanaan tugas legislatif dapat terus berjalan sesuai tanggung jawab yang diemban.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa menjadi wakil rakyat tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat yang harus dijaga melalui sikap dan tindakan nyata.

Menurutnya, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, evaluasi diri menjadi hal penting agar pengabdian yang dilakukan dapat terus ditingkatkan.

Baca Juga  Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying, Pemerintah Pastikan Harga Tetap

“Tidak ada pengabdian yang sempurna karena sesungguhnya tidak ada manusia yang sempurna. Kita diberikan karakter plus dan minus, sehingga senantiasa penting untuk terus berintrospeksi,” ujarnya.

Selain menyoroti tanggung jawab anggota dewan, Sri Juniarsih turut mengingatkan pentingnya kecakapan berkomunikasi dalam menghadapi dinamika politik. Perbedaan karakter maupun pandangan dinilai perlu disikapi dengan bijak agar hubungan kerja tetap terjaga.

Ia menilai, komunikasi yang baik tidak hanya diperlukan di antara anggota legislatif, tetapi juga dalam hubungan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kehidupan sosial dan politik.

Bagi Sri Juniarsih, perbedaan pandangan antara DPRD dan Pemkab Berau merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi. Perbedaan tersebut justru dapat menjadi ruang untuk memperkaya gagasan selama disikapi melalui dialog yang terbuka dan konstruktif.

Baca Juga  Efisiensi Anggaran Berau, DPRD Berau Ingatkan Pemkab Tak Pangkas Program Dasar Masyarakat Kampung

Meski memiliki tugas serta kewenangan masing-masing, kedua lembaga tersebut mempunyai tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mendorong kemajuan daerah.

Karena itu, ia berharap Muhammad Amin dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja di DPRD, memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta menjaga amanah yang diberikan masyarakat.

Penguatan komunikasi dan kemitraan antara DPRD dan Pemkab Berau pun diharapkan terus terpelihara, sehingga berbagai agenda pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Cha)