DPMK Fokus Dorong 30 Kampung Berkembang Naik Status
TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memusatkan perhatian pada 30 kampung yang hingga kini masih berada dalam kategori berkembang. Pemetaan kebutuhan menjadi langkah awal agar kampung-kampung tersebut dapat memperbaiki indikator pembangunan dan meningkatkan statusnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tentram Rahayu, mengatakan kondisi setiap kampung memiliki persoalan yang berbeda. Karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan dengan pola yang sama.
Menurutnya, data dari Indeks Desa menjadi dasar untuk melihat bagian mana yang masih perlu diperkuat. Mulai dari aksesibilitas, infrastruktur, pelayanan dasar, hingga tata kelola pemerintahan kampung.
“Data Indeks Desa menjadi pijakan kami untuk melihat kebutuhan spesifik. Kampung yang masih berada di kategori berkembang akan memperoleh perhatian dan penguatan sesuai dengan persoalan mendasar yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.
Upaya tersebut dilakukan di tengah perubahan komposisi status kampung di Berau. Jumlah kampung dengan status lebih tinggi terus bertambah, sementara kategori berkembang menyusut.
Namun, Tentram mengingatkan peningkatan status bukan menjadi tujuan akhir. Kampung yang telah naik kategori tetap dituntut mempertahankan capaian tersebut melalui perbaikan tata kelola dan kualitas pembangunan.
Ia menilai penguatan ekonomi lokal juga menjadi bagian penting agar kampung memiliki sumber pendapatan dan aktivitas ekonomi yang dapat menopang kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, pemerintah kampung diminta menggunakan data sebagai dasar penyusunan program, sehingga anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan pada kebutuhan warga.
“Peningkatan status tetap perlu diikuti dengan penguatan pembangunan dan tata kelola. Jangan sampai statusnya naik, tetapi dampak pelayanan kepada masyarakat tidak dirasakan,” tegasnya.
DPMK Berau pun mendorong pemerintah kampung untuk tidak hanya mengejar pemenuhan indikator, tetapi memastikan hasil pembangunan terlihat dalam kehidupan masyarakat, terutama pada sektor pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Dengan pendekatan tersebut, 30 kampung yang masih berstatus berkembang diharapkan dapat memperbaiki indikator yang menjadi kendala dan secara bertahap menyusul kampung lainnya yang telah mencapai status maju maupun mandiri. (Cha)











