banner dprd berau

Data Kependudukan Jadi Fondasi Perencanaan, Pemkab Berau Dorong Disdukcapil Terus Berinovasi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menilai data kependudukan bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Berau bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Hendratno, mewakili Sekretaris Daerah Berau Muhammad Said, dalam kegiatan Disdukcapil Berau, Rabu (30/9/2026).

Hendratno mengatakan, kondisi geografis Berau yang luas dan memiliki karakteristik wilayah beragam membuat kebutuhan terhadap data yang akurat semakin penting. Berau memiliki 13 kecamatan, dengan wilayah yang membentang dari kawasan pegunungan hingga kepulauan.

Menurutnya, data kependudukan yang dikelola Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjadi salah satu basis penting yang kemudian dapat diolah dan dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan.

“Jadi kita harus benar-benar memakai data ini, memakai data-data Disdukcapil sebagai big data yang diproses secara lanjut oleh BPS dan digunakan oleh semua elemen dalam melaksanakan Musrenbang,” ujarnya.

Baca Juga  Menjelang Iduladha, DPRD Tekankan Pentingnya Pemeriksaan Hewan Kurban

Ia mencontohkan kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir. Dengan jumlah penduduk yang besar dan wilayah yang luas, pemerintah membutuhkan data yang jelas untuk menentukan prioritas pembangunan, termasuk konektivitas antarkawasan.

Hendratno juga menyoroti perkembangan jumlah penduduk Berau yang meningkat signifikan. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah penduduk Berau pada 1953 sekitar 24 ribu jiwa. Kini jumlah tersebut telah mencapai sekitar 303 ribu jiwa.

Pertumbuhan itu, kata dia, semakin mempertegas pentingnya tata kelola administrasi kependudukan yang akurat dan terus diperbarui.

“Begitu anak lahir, pencatatan utama adalah di Capil. Ini krusialnya di Disdukcapil,” katanya.

Baca Juga  Bupati Berau Apresiasi Gelaran Meja Panjang di Kampung Merasa

Selain soal data, Hendratno mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan yang dikembangkan Disdukcapil Berau. Salah satunya inovasi berbasis digital yang dinilai mampu memangkas proses birokrasi dan membuat layanan lebih mudah diakses masyarakat.

Ia menyebut keberadaan inovasi seperti Pak Capil?, Tanya dong, Kasih Mesra, hingga UMKM 6403 sebagai bagian dari upaya Disdukcapil menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, inovasi pelayanan publik tidak cukup hanya diluncurkan. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut berjalan konsisten dan datanya terus diperbarui.

“Tantangan terbesar bukanlah pada saat meluncurkan rilis ini, melainkan bagaimana kita menjaganya konsisten dan update,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta dukungan camat hingga pemerintahan kampung dan kelurahan untuk ikut memastikan perubahan data di lapangan segera diperbarui.

Baca Juga  Bupati Tegaskan, Permasalahan Tapal Batas Kampung Terus Berproses

“Melihat apa-apa data yang berubah di level kecamatan, kelurahan, serta kampung demi kenyamanan masyarakat luas,” ujarnya.

Hendratno juga mengapresiasi program jemput bola administrasi kependudukan yang dinilainya menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas akses pelayanan hingga 13 kecamatan.

Ia berharap inovasi tersebut terus dikembangkan sehingga masyarakat tidak harus datang jauh ke pusat pemerintahan hanya untuk mendapatkan dokumen administrasi kependudukan.

Selain itu, bantuan alat perekaman administrasi kependudukan dari Disdukcapil Provinsi Kalimantan Timur juga diapresiasi. Bantuan tersebut diharapkan semakin mendukung pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Berau.

“Dan kami berharap ini akan dapat kami manfaatkan sebaik mungkin untuk pelayanan yang ada bagi masyarakat kami,” pungkasnya.(Cha/ADV)