Dari Bulldozer hingga Mesin Pencacah, Target Anggaran di 2027
TANJUNG REDEB – Keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di Kabupaten Berau menjadi salah satu persoalan yang diupayakan penyelesaiannya melalui dukungan pemerintah pusat. Sejumlah alat berat hingga fasilitas pengolahan sampah telah diusulkan kepada kementerian terkait.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari, mengungkapkan, usulan tersebut disampaikan dalam kunjungan bersama Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, ke Jakarta beberapa waktu lalu.
Bantuan yang diajukan mencakup traktor dan bulldozer untuk menunjang operasional tempat pemrosesan akhir (TPA), kendaraan roda tiga untuk pengangkutan sampah, serta peralatan pengolahan di tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).
Termasuk di dalamnya mesin pencacah yang dibutuhkan untuk mendukung proses pemilahan dan pengolahan sampah.
“Kita memohon semua alat yang dibutuhkan untuk sarana dan prasarana. Termasuk traktor, bulldozer untuk TPA, roda tiga, dan sarana pengolah TPS3R. Mesin pencacah juga kita mohonkan,” ungkapnya.
Menurut Zulkifli, pemerintah pusat memberikan respons positif terhadap kebutuhan yang disampaikan Pemkab Berau. Kendati demikian, belum ada kepastian mengenai besaran anggaran maupun jumlah peralatan yang nantinya dapat direalisasikan.
Ia menjelaskan, pembahasan masih akan berlanjut pada tingkat teknis bersama tim kementerian, khususnya untuk menentukan kebutuhan anggaran dan mekanisme pemberian bantuan.
“Anggaran belum disampaikan akan dialokasikan berapa. Tapi Pak Menteri intinya mendukung apa yang menjadi harapan pemerintah daerah berkaitan dengan pengelolaan sampah,” jelasnya.
DLHK Berau berharap usulan tersebut dapat masuk dalam alokasi anggaran 2027. Untuk itu, pihaknya masih harus mengikuti tahapan asistensi lanjutan di kementerian.
Namun, jadwal pertemuan berikutnya belum dapat dipastikan lantaran masih menunggu undangan resmi dari pemerintah pusat.
“Nanti kita bahas lagi dengan tim anggaran kementerian. Tahun 2027 kita akan asistensi lagi di Jakarta. Sekarang masih menunggu undangan berikutnya,” katanya.
Di sisi lain, Zulkifli menegaskan, penanganan persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan pihak swasta juga diperlukan untuk memperkuat pengelolaan sampah di Berau.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat segera ditindaklanjuti sehingga kebutuhan peralatan pengangkutan maupun pengolahan sampah bisa terpenuhi secara bertahap.
“Kita harapkan bukan hanya pemerintah, tetapi pihak swasta juga terlibat dalam penanganan sampah ini,” pungkasnya.(Cha)











