banner dprd berau

Pemkab Berau Pastikan Pasar Ikan Murah Tak Matikan Pedagang Lokal

Tanjung Redeb – Tingginya antusiasme warga terhadap pasar ikan murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Berau membuat program ini diproyeksikan menjadi agenda rutin bulanan. Namun di balik harga ikan yang lebih terjangkau, Pemkab Berau memastikan program tersebut tidak akan mematikan pedagang ikan di pasar tradisional.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menegaskan pasar ikan murah hadir bukan sebagai pesaing pasar rakyat, melainkan langkah pengendalian harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pangan.

Baca Juga  Damkar Berau Usulkan Fire Boat, Perkuat Penanganan Kebakaran di Kawasan Sungai

“Dengan adanya pasar ikan murah ini bukan berarti mematikan pasar-pasar yang ada. Fungsi dari pemerintah adalah mengendalikan harga pasar,” ujarnya.

Program perdana yang digelar di Sambaliung sebelumnya berhasil menjual sekitar 6,4 ton ikan hasil tangkapan nelayan lokal Berau. Melihat tingginya minat masyarakat, Dinas Perikanan kini menyiapkan peningkatan stok hingga 10 ton pada pelaksanaan berikutnya.

“Ini kita mencoba dengan 6,4 ton sudah antusias masyarakatnya. Berarti ke depan kita naikkan lagi jumlah yang akan kita siapkan nanti, mungkin nanti 8, 9, 10 ton,” kata Majid.

Baca Juga  DPRD Berau Soroti Pentingnya NIB untuk UMKM, Minta OPD Bersinergi

Menariknya, seluruh ikan yang dijual berasal langsung dari nelayan Berau tanpa subsidi pemerintah. Harga murah diperoleh melalui pemangkasan rantai distribusi sehingga komoditas bisa dijual lebih rendah dibanding harga pasar umum.

Dinas Perikanan juga menggandeng Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Berau untuk menjaga kestabilan pasokan dan memastikan hasil tangkapan nelayan terserap dengan baik.

Selain menambah volume pasokan, pemerintah juga mengevaluasi waktu pelaksanaan agar lebih efektif menjangkau masyarakat.

Baca Juga  Gunung Tabur Prioritaskan Penataan Pedestrian Kawasan Museum

Ke depan, pasar ikan murah akan difokuskan di wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi seperti Tanjung Redeb, Sambaliung, dan Gunung Tabur. Pelaksanaannya pun disesuaikan dengan kondisi stok ikan dan perkembangan harga di pasaran.

Majid memastikan program ini tidak akan mengganggu struktur harga ikan di pasar tradisional karena digelar terbatas dan tidak berlangsung setiap hari. Pemerintah hanya ingin menghadirkan alternatif belanja murah bagi masyarakat sekaligus menjaga inflasi daerah tetap terkendali. (Cha)