banner dprd berau

Jelang Dibuka, RSUD Tanjung Redeb Masih Bingung Soal Tenaga Kesehatan

Tanjung Redeb – Persiapan operasional RSUD Tanjung Redeb masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait pemenuhan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan (nakes). Hingga kini, rencana pemindahan sebagian tenaga medis dari RSUD Abdul Rivai ke rumah sakit baru tersebut belum dibahas secara resmi.

Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram, mengaku pihaknya masih menunggu koordinasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Berau terkait kebutuhan tenaga yang akan diperbantukan.

“Kami masih menunggu dari Dinas Kesehatan. Sampai sekarang belum ada koordinasi terkait pemindahan SDM, termasuk berapa jumlah tenaga yang dibutuhkan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Rotan Pesisir Berau Ditingkatkan Jadi Usaha, Frans Lewi Dorong Generasi Muda Turut Berpartisipasi

Padahal sebelumnya, Dinas Kesehatan Berau berencana memanfaatkan sementara tenaga medis dari RSUD Abdul Rivai untuk mendukung percepatan layanan di RSUD Tanjung Redeb.

Namun, belum adanya pembahasan teknis membuat proses distribusi tenaga kesehatan belum bisa dilakukan secara konkret. Sementara, keberadaan SDM menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang kesiapan operasional rumah sakit baru tersebut.

Meski begitu, Jusram tidak menutup kemungkinan adanya tenaga kesehatan dari RSUD Abdul Rivai yang akan diperbantukan ke RSUD Tanjung Redeb. Hanya saja, langkah tersebut harus melalui evaluasi internal agar pelayanan di rumah sakit induk tetap berjalan optimal.

Baca Juga  DPRD Berau Minta Pemkab Inventarisasi Aset Sekolah yang Belum Bersertifikat

“Kalau ada permintaan tenaga, tentu kami evaluasi dulu. Baru kemudian diputuskan siapa saja yang bisa dialihkan tanpa mengganggu pelayanan di sini,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagai rumah sakit dengan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), setiap kebijakan terkait tenaga kerja harus diperhitungkan secara matang.

Menurutnya, kekhawatiran terganggunya layanan di RSUD Abdul Rivai dapat diminimalkan dengan pengaturan komposisi tenaga yang proporsional. Apalagi, untuk dokter spesialis masih dimungkinkan praktik di lebih dari satu fasilitas kesehatan.

Baca Juga  Sungai Mahakam Meluap, Banjir Merendam Mahulu

“Dokter spesialis bisa praktik hingga tiga tempat. Jadi tetap bisa melayani di RSUD Abdul Rivai, di rumah sakit baru, maupun di tempat lainnya,” tambahnya.

Di sisi lain, RSUD Abdul Rivai disebut memiliki jumlah tenaga kesehatan yang relatif mencukupi, bahkan berlebih pada beberapa posisi, khususnya tenaga keperawatan. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan SDM di RSUD Tanjung Redeb. (Cha)