banner dprd berau

Kebakaran Pemukiman Dominasi Kasus di Berau, Damkar Catat 25 Insiden Awal 2026

Tanjung Redeb – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Berau mencatat sebanyak 25 kejadian kebakaran terjadi selama periode Januari hingga April 2026. Dari puluhan kasus tersebut, kebakaran rumah dan bangunan pemukiman menjadi insiden yang paling banyak terjadi.

Kepala Disdamkar Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan tren kebakaran sepanjang awal tahun ini mengalami naik turun setiap bulannya. Namun, Januari menjadi bulan dengan jumlah kejadian tertinggi.

Baca Juga  Bupati Berau Apresiasi Gelaran Meja Panjang di Kampung Merasa

“Pada Januari saja ada 11 kejadian kebakaran. Terdiri dari 7 kebakaran pemukiman, 1 kendaraan roda empat, dan 3 kebakaran lahan,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Memasuki Februari dan Maret, jumlah kejadian sempat menurun cukup signifikan. Disdamkar hanya menangani masing-masing tiga kasus dalam dua bulan tersebut.

Rakhmadi menjelaskan, pada Februari tercatat dua kebakaran rumah dan satu kebakaran lahan. Sedangkan Maret terdiri dari dua kebakaran pemukiman dan satu unit mobil terbakar.

Baca Juga  TPI Tanjung Batu Belum Optimal, DPRD Berau Desak Fasilitas Pendingin Segera Dibangun

“Trennya memang fluktuatif. Sempat turun di Februari dan Maret, tapi April kembali meningkat,” katanya.

Pada April 2026, Disdamkar kembali menerima delapan laporan kebakaran. Rinciannya meliputi lima kebakaran pemukiman, dua kebakaran lahan, dan satu insiden yang melibatkan instalasi PLN.

Menurutnya, dominasi kasus kebakaran rumah menjadi perhatian serius karena sebagian besar dipicu oleh faktor kelistrikan dan kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga.

Baca Juga  Disdukcapil Berau Siapkan Inovasi D-VOICE, Hadirkan Layanan Informasi Berbasis Suara

“Kami mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama yang sudah lama, agar risiko korsleting bisa dicegah,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih saat kondisi cuaca mulai panas dan rawan memicu api cepat menyebar.

“Petugas selalu siaga, tetapi pencegahan tetap menjadi langkah paling penting untuk menekan angka kebakaran di Berau,” tutup Rakhmadi. (Cha)