LKPJ Disorot, DPRD Berau Temukan Banyak Catatan dan Dorong Prioritas Infrastruktur
Tanjung Redeb – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto, mengungkapkan bahwa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah masih menyisakan sejumlah catatan penting.
Hal itu disampaikan usai pihak DPRD mengundang akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul) untuk melakukan kajian terhadap laporan tersebut.
Dedy menjelaskan, saat ini proses analisis masih berlangsung dan melibatkan komisi-komisi di DPRD dengan memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Hasil kajian tersebut nantinya akan dirangkum sebelum dipaparkan secara terbuka dalam rapat paripurna.
“Dari hasil analisa sementara, memang ada banyak kekurangan dari pemerintah daerah. Tapi ini belum final, nanti dalam waktu sekitar seminggu akan dipaparkan kembali secara terbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain pendidikan, infrastruktur, dan pariwisata yang selama ini disebut sebagai program unggulan kepala daerah. Menurutnya, perlu pembuktian berbasis data apakah program tersebut telah berjalan sesuai target atau masih memiliki kekurangan.
Selain itu, DPRD juga menyoroti sejumlah proyek infrastruktur yang belum terealisasi, seperti Jembatan Gunung Sari, Jembatan Segah, serta akses jalan menuju Pegat Bukur.
Dedy menegaskan, proyek-proyek tersebut merupakan kebutuhan mendesak masyarakat dan akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran.
Terkait rencana pembangunan Jembatan Kelay 3, ia menyebut masih terkendala persoalan lahan dan belum masuk dalam perencanaan anggaran.
Di sisi lain, keterbatasan APBD akibat efisiensi juga menjadi tantangan, mengingat estimasi biaya proyek tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.
“Kita akan tetap dorong, tapi harus realistis dengan kemampuan anggaran daerah,” pungkasnya. (Cha/Adv)











