banner dprd berau

Anggaran Desa Dipangkas, Anggota DPRD Berau Minta Kepala Kampung Maksimalkan Peran BUMK

Tanjung Redeb – Kekosongan kursi kepemimpinan di tingkat desa menjadi perhatian serius jajaran legislatif. Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk segera menuntaskan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Kampung (Kakam) di empat wilayah yang hingga kini masih dijabat oleh pelaksana tugas.

​Agus menilai, jabatan pimpinan yang dibiarkan lowong terlalu lama berisiko menghambat akselerasi program kerja yang telah direncanakan. Baginya, kehadiran kepala kampung definitif sangat krusial untuk memastikan roda pemerintahan di tingkat paling bawah berjalan stabil dan memiliki legitimasi penuh dalam pengambilan keputusan strategis.

Baca Juga  Potensi Baru Bermunculan, Gunung Padai dan Danau Beribit Masuk Prioritas

​“Kita harapkan proses PAW ini bisa segera selesai dan kampung punya kepalanya yang definitif. Lalu tak hanya punya pimpinan kampung, lantik, lalu selesai. Semua kinerja mereka juga harus tetap diawasi,” tegas Agus.

​Pernyataan tersebut juga menyentuh aspek pengawasan, mengingat adanya beberapa oknum aparat kampung yang terjerat masalah hukum dalam waktu belakangan ini. Agus menekankan bahwa di tengah efisiensi anggaran tahun ini, di mana Alokasi Dana Desa (ADD) mengalami pemangkasan cukup signifikan, pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan transparan.

Baca Juga  DPRD Berau Imbau Pemkab Prioritaskan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan di Tengah Efisiensi

​“Kita sayangkan kalau serapan anggaran tidak maksimal dan program kerja tidak terlaksana karena aparatnya sudah pakai uang yang ada,” jelasnya.

​Lebih lanjut, ia mendorong agar kampung-kampung di Berau mulai mandiri dan tidak hanya bergantung pada kucuran dana APBD. Menurutnya, pemanfaatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) harus dioptimalkan untuk menggali potensi sumber daya alam yang ada di wilayah masing-masing sebagai sumber pendapatan alternatif.

Baca Juga  Home Industri Juga Perlu Pembinaan Intens

​“Kan sudah ada itu BUMK. Ini yang kita harapkan dapat dikelola dengan baik supaya kampung juga bisa menambah anggaran demi pembangunan di kampungnya masing-masing,” tandasnya.

​Sebagai informasi, menyusul Kampung Suaran dan Sei Bebanir Bangun yang telah berproses, saat ini tercatat masih ada empat kampung lagi yang dijadwalkan menggelar PAW tahun ini, yakni Kampung Tasuk, Punan Malinau, Biduk-Biduk, dan Long Sului. (Cha/Adv)