banner dprd berau

Bentengi Generasi Muda, DPRD Berau Ingatkan Peran Krusial Keluarga Cegah Perkawinan Anak

Tanjung Redeb – Perlindungan terhadap hak dasar dan masa depan generasi muda di Bumi Batiwakkal kini menjadi prioritas utama DPRD Berau, menyusul masih ditemukannya praktik pernikahan dini yang dinilai merugikan tumbuh kembang anak.

Anggota DPRD Berau, Feri Kombong, menegaskan bahwa penanganan masalah ini memerlukan komitmen kolektif. Ia mendesak adanya sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, institusi pendidikan, hingga lapisan masyarakat paling bawah guna memastikan setiap anak di Bumi Batiwakkal mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal tanpa bayang-bayang pernikahan dini.

Baca Juga  Pemkab Berau Siapkan Validasi Ketat, Peserta BPJS Tak Layak Terancam Dicoret

​Feri menyoroti bahwa beban rumah tangga yang dipikul terlalu dini seringkali memutus akses anak terhadap pendidikan formal. Hal ini secara jangka panjang akan berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah.

​“Ini bukan sekadar persoalan hukum, tapi menyangkut masa depan anak. Mereka seharusnya fokus belajar dan mengejar cita-cita, bukan justru dipaksa memikul tanggung jawab rumah tangga yang besar di usia yang masih sangat belia,” tegas Feri.

​Rendahnya literasi masyarakat mengenai dampak jangka panjang pernikahan dini, terutama di wilayah pedesaan, menjadi tantangan tersendiri. Feri mendorong adanya gerakan edukasi yang masif dan berkelanjutan dengan merangkul tokoh agama serta tokoh masyarakat sebagai jembatan informasi utama di tengah warga.

Baca Juga  Bupati Sri Juniarsih Lantik 1.462 PPPK, Dorong Profesionalisme dan Loyalitas ASN

​Ia juga menitikberatkan pada peran vital keluarga sebagai benteng pertama perlindungan. Orang tua diharapkan memiliki kesadaran tinggi dalam memberikan pengawasan serta pemahaman agar anak-anak tidak mengambil keputusan terburu-buru untuk menikah muda.

​“Peran keluarga sangat krusial. Orang tua harus mampu memberikan literasi dan pengawasan yang baik agar anak-anak kita terlindungi dari risiko pernikahan dini yang merugikan,” jelasnya lebih lanjut.

Baca Juga  Meskipun Anggaran Terbatas, Kecamatan Sambaliung Dorong Pembangunan Lewat Kakao dan Pariwisata

​Selain langkah preventif di lingkungan keluarga, Feri memandang peran media massa sangat strategis untuk menyebarluaskan narasi positif mengenai pentingnya menuntaskan pendidikan. DPRD Berau menyatakan komitmen penuh untuk mendukung setiap kebijakan perlindungan anak demi menekan angka perkawinan dini secara konkret di lapangan.

​“Jika kita memiliki visi besar untuk mewujudkan kabupaten layak anak, maka praktik ini harus benar-benar dihentikan melalui langkah nyata dan kerja sama dari semua pihak,” pungkasnya. (Cha/Adv)