banner dprd berau

Puluhan Tahun Berlalu, Persoalan Sandar Speed di Maratua Belum Tuntas

TANJUNG REDEB – Keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi membuat Dinas Perhubungan Kabupaten Berau harus memutar strategi untuk mengoptimalkan aset daerah, termasuk fasilitas dermaga yang dapat menunjang aktivitas masyarakat pesisir.

Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni, mengatakan pemanfaatan aset pemerintah daerah perlu dipikirkan secara strategis agar fasilitas yang tersedia bisa memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Menurutnya, persoalan dermaga bukan hal baru. Salah satunya terkait kebutuhan sandar speedboat di Dermaga Wika Maratua, yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.

Baca Juga  DPRD Berau Khawatirkan Dampak Lingkungan dari Ekspansi Sawit

“Dari awal saya masuk ke Dinas Perhubungan, persoalan ini sudah ada. Sekarang, dalam kondisi efisiensi, kita harus berpikir strategis bagaimana aset-aset pemerintah kabupaten ini bisa produktif,” ujarnya.

Rusnan mengungkapkan, pihaknya sebenarnya telah menerima informasi mengenai calon lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sandar kapal, yakni di kawasan Limunjan.

Namun, rencana tersebut belum bisa ditindaklanjuti secara optimal karena keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.

Baca Juga  Berau Genjot Pangan Lokal, DPRD Siap Kawal: Ketahanan Pangan Daerah Jadi Prioritas

Di sisi lain, Dishub Berau juga berupaya mencari solusi agar mobilitas masyarakat dari wilayah pesisir menuju Tanjung Redeb dapat terlayani dengan baik. Termasuk kebutuhan transportasi bagi masyarakat yang hendak membawa barang maupun melakukan aktivitas lainnya di pusat kabupaten.

“Kami kemarin mencoba berdiskusi bagaimana teman-teman dari pesisir yang mau ke Tanjung Redeb, membawa muatan atau keperluan lainnya, semuanya bisa terlayani,” jelasnya.

Baca Juga  Sampah Harian Berau Capai 154 Ton, DPRD Dorong Pengelolaan dari Sumber

Menurut Rusnan, kondisi tersebut membutuhkan perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan fasilitas yang sudah tersedia serta kemampuan anggaran daerah.

Optimalisasi aset menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan agar pelayanan transportasi masyarakat tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal.

Dishub Berau pun perlu mencari alternatif yang memungkinkan kebutuhan sandar dan aktivitas transportasi masyarakat pesisir terakomodasi tanpa mengabaikan kemampuan keuangan daerah.(Cha)