UMKM Berau Didorong Perluas Akses Pembiayaan dan Transaksi Non-Tunai
TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan literasi keuangan. Upaya tersebut dinilai penting agar UMKM mampu berkembang dan memberi dampak lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.
Sekretaris Daerah Berau Muhammad Said mengatakan, kegiatan Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) Seri ke-7 menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Jum’at, (2/10/26).
“Saya menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperkuat sinergi instansi/lembaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Berau,” katanya.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah memiliki komitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha yang berbasis kearifan lokal. Salah satunya melalui fasilitasi pembinaan, pelatihan hingga akses kredit lunak bagi UMKM.
Muhammad Said menilai UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap sektor tersebut tidak hanya diperlukan dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga peningkatan pemahaman dalam mengelola keuangan usaha.
“Dengan akses pembiayaan yang optimal, UMKM akan mampu bergerak maju, memberikan kesejahteraan bagi para pelaku usaha, bahkan memunculkan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap pelaku UMKM.
Pemerintah daerah berharap kegiatan BIMA ETAM tidak berhenti pada edukasi, tetapi menghasilkan pelaku UMKM yang dapat mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.
“Kita semua berharap, setelah kegiatan ini, akan ada UMKM terpilih yang memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan,” katanya.
Selain pembiayaan, pelaku UMKM juga didorong terus meningkatkan kreativitas dan kualitas produk. Muhammad Said turut mengingatkan pentingnya mengikuti perkembangan sistem pembayaran, termasuk penggunaan transaksi non-tunai.
Dorongan tersebut dinilai relevan dengan posisi Berau sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang menerima kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Mari kita kobarkan semangat dengan menjadikan pariwisata dan UMKM,” pungkasnya.(Cha/ADV)











