banner dprd berau

Kios Suvenir Sepi, Pemkab Siapkan Skema Relaksasi Sewa

Tanjung Redeb – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau akan mengevaluasi pemanfaatan kios suvenir di kawasan wisata Tepian Tanjung Batu. Penyewa yang tidak kunjung mengoperasikan kiosnya hingga akhir Juni 2026 terancam kehilangan hak sewa.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan para penyewa untuk membahas pemanfaatan kios yang hingga kini masih banyak belum berfungsi.

Menurutnya, sebagian kios sebenarnya sudah memiliki penyewa, namun belum dimanfaatkan untuk kegiatan usaha.

Baca Juga  Potensi Baru Bermunculan, Gunung Padai dan Danau Beribit Masuk Prioritas

“Ada sebagian kios suvenir yang sudah ada penyewanya, tetapi belum difungsikan. Kami beri batas waktu sampai akhir Juni. Kalau tetap tidak difungsikan, akan kami cabut dan kami tawarkan kepada pihak lain yang siap membuka usaha,” ujarnya.

Yudha menegaskan kebijakan tersebut dilakukan agar fasilitas yang telah disiapkan pemerintah tidak terbengkalai dan dapat mendukung aktivitas wisata serta perekonomian masyarakat.

Meski demikian, Disbudpar juga membuka peluang pemberian relaksasi bagi pelaku usaha suvenir yang mengaku kesulitan menjalankan usaha karena rendahnya jumlah pengunjung.

Baca Juga  Tuju Pemerataan Akses Keadilan yang Humanis, Dedy Dorong RRJ Bangun di Semua Kecamatan

Ia mengakui beberapa penyewa menyampaikan keluhan terkait sepinya pembeli sehingga usaha suvenir belum mampu berjalan optimal.

“Kalau memang diperlukan relaksasi, nanti bisa kita lakukan. Saya kira sekitar tiga bulan untuk memberikan kesempatan mereka menyesuaikan dan menata usahanya,” katanya.

Terkait biaya sewa, Yudha menilai tarif yang berlaku saat ini masih relatif terjangkau. Untuk kios kuliner dikenakan retribusi sekitar Rp300 ribu per bulan, sedangkan kios suvenir sekitar Rp150 ribu per bulan.

Baca Juga  Madri Pani dan Agus Wahyudi Kampanye Terbuka di Tanjung Redeb, Komitmen Berikan Sekolah Gratis

Namun, sejumlah pelaku usaha menilai tarif tersebut tetap menjadi beban karena penjualan suvenir tidak berlangsung setiap hari dan sangat bergantung pada kunjungan wisatawan.

Disbudpar berharap langkah evaluasi dan kemungkinan pemberian relaksasi dapat mendorong kios-kios yang ada segera beroperasi sehingga kawasan wisata Tepian Tanjung Batu menjadi lebih hidup dan menarik bagi pengunjung.(Cha)