banner dprd berau

Blank Spot Maratua Belum Teratasi, WiFi Gratis Baru Tersedia di 30 Titik

TANJUNG REDEB – Akses internet di Kecamatan Maratua Kabupaten Berau, masih menghadapi kendala. Upaya mengatasi wilayah tanpa sinyal atau blank spot belum membuahkan hasil maksimal, meski Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau telah berkomunikasi dengan kementerian terkait dan sejumlah penyedia layanan telekomunikasi.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Berau, Rahmatia, mengatakan keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu hambatan utama dalam memperluas jaringan internet di wilayah kepulauan tersebut.

Kondisi geografis Maratua membuat pembangunan jaringan tidak semudah di wilayah daratan. Pemasangan kabel serat optik atau fiber optic (FO) harus melalui jalur laut, sedangkan alternatif jaringan radio membutuhkan infrastruktur penghubung dari wilayah lain.

Baca Juga  Atlet Masih Biayai Latihan Sendiri? Ini Penjelasan KONI Berau

“Kalau kita membangun FO harus lewat laut. Jika membangun jaringan melalui daratan, kita harus tembak dari Pulau Derawan baru bisa ke Maratua,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah daerah berupaya menyediakan akses internet melalui program WiFi gratis. Namun, jangkauannya masih terbatas karena bergantung pada ketersediaan infrastruktur dan anggaran.

Rahmatia menyebutkan, saat ini terdapat 30 titik Wifi gratis yang telah dibangun di Maratua. Sebanyak 10 titik di antaranya menggunakan jaringan radio yang dikembangkan secara mandiri oleh Diskominfo Berau.

Untuk mendukung jaringan tersebut, Diskominfo membangun menara pemancar di sejumlah lokasi, termasuk Tanjung Batu dan Maratua. Infrastruktur itu digunakan untuk meneruskan jaringan hingga ke Pulau Derawan dan Maratua.

Baca Juga  Tijau RSUD Abdul Rivai, Jokowi Akui Pelayanan Sudah Baik

Dari jaringan radio tersebut, layanan internet kemudian disalurkan ke sejumlah lokasi, mulai dari lingkungan perkantoran hingga beberapa sekolah.

Pengembangan kembali dilakukan pada 2025, ketika Diskominfo mulai memanfaatkan teknologi satelit Starlink untuk menambah titik WiFi gratis di wilayah yang sulit dijangkau jaringan konvensional.

Namun, penambahan layanan itu belum dapat menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan akses internet.

“Pada 2025, ada penambahan titik dan sudah ada Starlink. Kami membangun lagi 10 titik. Itu pun terbatas karena anggaran penambahan titik sekitar 500 titik dan harus dibagi ke setiap kampung,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Segera Bangun Jalan Baru di Teluk Sumbang

Rahmatia menegaskan, Diskominfo Berau masih berupaya mencari solusi agar akses internet di Maratua semakin merata. Koordinasi dengan kementerian dan penyedia layanan telekomunikasi terus dilakukan, meski hingga kini hasilnya belum sesuai harapan.

Pemerataan jaringan internet dinilai penting bagi masyarakat Maratua, terutama untuk mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan publik, dan kebutuhan komunikasi sehari-hari.

Dengan kondisi geografis yang menantang, perluasan akses internet di wilayah kepulauan tersebut masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan solusi teknologi yang sesuai dengan karakteristik daerah.(Cha)