banner dprd berau

Transportasi Laut ke Maratua Dibahas, Bapenda Bidik Potensi Pajak Wisata

TANJUNG REDEB – Keterbatasan akses transportasi menuju Pulau Maratua masih menjadi persoalan dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Berau. Kehadiran transportasi laut alternatif Speed Sadewa kini mulai dibahas untuk mempermudah mobilitas wisatawan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Berau, Djupiansyah Ganie, mengatakan rencana transportasi laut menuju Maratua tersebut merupakan dari kebutuhan para pengelola resor yang selama ini menghadapi kendala konektivitas.

Menurutnya, saat melakukan evaluasi bersama pelaku usaha pariwisata, pihaknya menerima sejumlah masukan. Di antaranya kebutuhan transportasi udara dan laut yang lebih memadai, perbaikan infrastruktur pendukung, serta kepastian jaringan komunikasi.

Baca Juga  Irau Manutung Jukut 2024 Digelar Meriah, Umi Sri: Ini Pesta untuk Rakyat Berau

“Jujur, dari sisi infrastruktur, khususnya transportasi, itu memang masih menjadi masalah,” ujarnya.

Djupiansyah menjelaskan, Bapenda berencana menginisiasi pertemuan dengan pengelola resor dan masyarakat untuk menyosialisasikan rencana tersebut. Pembahasan awal diarahkan untuk melihat kebutuhan pelaku usaha sekaligus mencari solusi atas kendala akses menuju salah satu destinasi wisata unggulan Berau itu.

Ia menyebut, konektivitas laut diharapkan dapat mempermudah perjalanan wisatawan, meningkatkan jumlah kunjungan, serta memberikan kepastian akses menuju Maratua.

Rute Tanjung Redeb-Maratua menjadi salah satu jalur yang dibicarakan. Selanjutnya, kemungkinan konektivitas dari Tarakan menuju Maratua juga disebut sebagai opsi yang dapat dijajaki.

Baca Juga  Speed Sadewa Diisukan Beroperasi di Maratua, Dishub Tekankan Peningkatan Layanan

Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan sosialisasi, sehingga belum dapat dipastikan kapan layanan transportasi itu akan beroperasi.

Di sisi lain, Djupriansyah melihat persoalan konektivitas bukan hanya berkaitan dengan kemudahan perjalanan wisatawan, tetapi juga peluang daerah untuk memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.

Ia menilai, selama ini wisatawan yang berkunjung ke Maratua belum sepenuhnya memberikan dampak terhadap penerimaan daerah. Karena itu, peningkatan akses diharapkan dapat mendorong aktivitas wisata yang lebih besar dan berdampak pada usaha lokal.

“Dengan adanya konektivitas, saya kira akan ada penerimaan pajak yang bisa kita terima, seperti pajak hotel, restoran, makan dan minum, serta hiburan,” jelasnya.

Baca Juga  Sri Juniarsih Ingatkan Dana Karbon Harus Dikelola Sesuai Peruntukkannya

Menurutnya, potensi penerimaan pajak dari sektor pariwisata Maratua cukup besar. Terlebih, sejumlah usaha resor dikelola oleh manajemen yang dinilai memudahkan pengawasan dan pengelolaan pajak.

Bapenda berharap peningkatan aktivitas pariwisata nantinya dapat mendorong penerimaan pajak daerah. Tambahan pendapatan tersebut diharapkan ikut memperkuat kemampuan fiskal Kabupaten Berau untuk mendukung pembangunan.

Meski demikian, realisasi rencana transportasi laut tetap membutuhkan pembahasan lebih lanjut, terutama terkait skema operasional dan kesiapan layanan agar benar-benar menjawab kebutuhan wisatawan maupun pelaku usaha di Maratua.(Cha)