Speed Sadewa Diisukan Beroperasi di Maratua, Dishub Tekankan Peningkatan Layanan
TANJUNG REDEB – Isu rencana beroperasinya Speed Sadewa di Maratua menjadi perhatian Dinas Perhubungan Kabupaten Berau. Di tengah kemungkinan hadirnya kompetitor baru, Dishub menilai peningkatan kualitas pelayanan transportasi laut menjadi hal yang perlu dibenahi.
Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni, mengatakan pemerintah tidak bisa serta-merta melarang pihak lain yang ingin menjalankan usaha. Namun, persaingan usaha di sektor transportasi perlu disikapi dengan kesiapan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat maupun wisatawan.
“Kalau ada kompetitor, kita biasa saja. Kita harus berubah. Kita juga tidak bisa menahan-nahan orang yang mau berusaha,” ujarnya.
Menurut Rusnan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengoptimalkan aset dan armada yang dikelola agar mampu memberikan pelayanan maksimal. Terlebih, kawasan Maratua merupakan salah satu pintu masuk wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Berau.
Ia mengakui, keluhan terhadap pelayanan masih menjadi pekerjaan rumah, baik dari sisi armada maupun fasilitas dermaga. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Dermaga Sanggam yang masih perlu dibenahi agar dapat memberikan pelayanan lebih baik kepada pengguna jasa.
“Kalau ada selisih, mungkin karena pelayanan kita yang belum maksimal. Itu juga menjadi bahan masukan bagi kami, termasuk bagaimana Dermaga Sanggam bisa melayani dengan lebih baik,” jelasnya.
Rusnan menegaskan, peningkatan pelayanan harus dilakukan bersama oleh pengelola transportasi dan pemerintah. Dengan begitu, masyarakat serta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, dapat menikmati layanan transportasi yang aman dan nyaman.
Selain pembenahan fasilitas, Dishub Berau juga rutin memberikan pembinaan kepada para motoris. Pelatihan tersebut mencakup aspek keselamatan pelayaran, kondisi armada, hingga pemahaman terhadap aturan operasional transportasi laut.
Menurutnya, pembinaan itu menjadi salah satu upaya untuk memastikan layanan transportasi wisata di Berau berjalan sesuai ketentuan sekaligus menjaga keselamatan penumpang.
Rusnan berharap, evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan dapat mendorong perkembangan sektor pariwisata Berau. Kehadiran pelaku usaha baru, kata dia, semestinya menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk berbenah dan memberikan pelayanan yang lebih optimal.
“Prinsipnya bagaimana kita melayani masyarakat dan pengunjung secara maksimal. Jangan sampai ada keluhan, sehingga perkembangan pariwisata Kabupaten Berau bisa semakin baik,” pungkasnya.(Cha)











