banner dprd berau

Cerita Lokal Berau Berpeluang Diangkat Lewat Panggung Teater

TANJUNG REDEB – Kekayaan sejarah dan budaya Kabupaten Berau dinilai menyimpan banyak cerita yang dapat dikembangkan menjadi karya seni pertunjukan. Melalui teater, kisah-kisah lokal tersebut berpeluang dikemas menjadi tontonan menarik sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

Potensi itu menjadi salah satu perhatian dalam Darma Festival Teater Berau ke-5 yang berlangsung di Busak Malur dan berakhir pada Jumat (25/9) malam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, mendorong komunitas teater untuk lebih berani mengeksplorasi cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Bumi Batiwakkal.

Baca Juga  Cold Storage TPI Tanjung Batu Belum Terwujud, Perumda Bhakti Praja Evaluasi Potensi Pasar

Mulai dari sejarah kerajaan, tradisi masyarakat, hingga berbagai kisah khas daerah dapat menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan pertunjukan yang memiliki identitas tersendiri.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kesenian semata. Teater juga memiliki peluang untuk masuk dalam sektor ekonomi kreatif sekaligus menjadi bagian dari atraksi wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.

Yudha menilai, keberlangsungan festival hingga penyelenggaraan kelima menjadi modal bagi para pelaku seni untuk terus meningkatkan kualitas pertunjukan. Namun, karya yang dihasilkan juga perlu mendapat ruang publikasi lebih luas agar mampu menjangkau penonton di luar Berau.

Baca Juga  Sosialisasi Pranikah Diharapkan Mampu Kurangi Angka Perceraian di Berau

“Seni teater adalah seni yang mendunia dan memiliki sejarah panjang sejak zaman Romawi Kuno. Nilai profesionalitas dan totalitas itulah yang harus terus kita pelajari dan terapkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, ketersediaan tempat pertunjukan menjadi salah satu hal yang turut mendapat perhatian. Pemanfaatan fasilitas daerah, termasuk kawasan bekas gedung bioskop di Teluk Bayur, diwacanakan sebagai alternatif ruang bagi komunitas seni untuk menggelar pementasan secara rutin.

Baca Juga  85 Siswa di Biatan Ilir Belajar di Kolong Rumah, Pemerintah Kampung Desak Sekolah Layak

Keberadaan ruang tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih besar kepada seniman muda untuk berkarya, tanpa harus bergantung pada penyelenggaraan festival tahunan.

Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi antara komunitas seni, pemerintah daerah, DPRD, serta pihak terkait lainnya.

Dengan dukungan tersebut, kegiatan teater di Berau diharapkan dapat berkembang menjadi pertunjukan yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. (Cha)