Sumadi Dorong CSR Perusahaan di Gunung Tabur Dikelola Kampung untuk Dongkrak PAD
Gunung Tabur – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Berau, Sumadi, mendorong agar program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di Kecamatan Gunung Tabur dikelola secara kolektif melalui kampung, bukan diberikan secara pribadi. Hal ini diharapkan dapat mencegah kesenjangan dan memastikan manfaat merata sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, Gunung Tabur merupakan wilayah yang hampir seluruhnya dikelilingi perusahaan dengan potensi kekayaan alam yang besar. Karena itu, ia berharap CSR yang digulirkan, termasuk dari PT Berau Coal, dapat bersifat jangka panjang dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa setiap program harus direncanakan bersama agar sesuai dengan kebutuhan lokal yang sebenarnya.
“Alangkah baiknya jika CSR itu berbentuk pengelolaan lahan produktif, misalnya 10 hingga 30 hektare, yang setelah panen diserahkan ke kampung beserta lahannya,” ujarnya.
Sumadi mencontohkan sektor perkebunan sawit yang dinilai relatif mudah dikelola dan memiliki potensi pendapatan besar. Dengan asumsi satu hektare menghasilkan sekitar Rp2 juta per bulan, maka 10 hingga 20 hektare bisa menyumbang ratusan juta rupiah per tahun untuk Pendapatan Asli Kampung (PAK). Dalam jangka panjang, hal ini diyakini mampu menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia juga mengingatkan bahwa ketergantungan daerah terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) semakin berkurang, sementara PAD Kabupaten Berau saat ini masih sekitar Rp400 miliar dan sebagian besar terserap untuk belanja rutin.
“Ke depan, kita harus menyiapkan sumber pendapatan baru. Selain pariwisata yang sedang kita genjot, penguatan PAK bisa menjadi salah satu solusi yang tepat,” tegas sumadi.
Sumadi turut mengajak masyarakat dan aparatur kampung untuk bersikap terbuka dan ramah terhadap setiap bantuan perusahaan maupun program pembangunan yang masuk ke wilayah mereka. (Cha/Adv)











