Hotspot Berau Masih 274 Titik, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
TANJUNG REDEB – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau masih perlu diwaspadai. Ratusan titik panas terpantau di wilayah Bumi Batiwakkal, sementara kualitas udara juga belum sepenuhnya membaik.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, tercatat 274 hotspot di Berau pada periode 14 September 2026 pukul 01.00 hingga 24.00 WITA.
Jumlah tersebut menempatkan Berau sebagai daerah dengan hotspot terbanyak ketiga di Kalimantan Timur. Posisi teratas ditempati Kabupaten Paser dengan 320 titik, disusul Berau sebanyak 274 titik dan Kutai Timur dengan 265 titik.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 1.165 hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah Kaltim. Selain tiga daerah tersebut, titik panas juga terdeteksi di Kutai Kartanegara sebanyak 222 titik, Kutai Barat 63 titik, Samarinda 7 titik, Mahakam Ulu 8 titik, Bontang 5 titik, serta Balikpapan 1 titik.
Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap kualitas udara di Berau. Hasil pengukuran hingga pukul 13.46 WITA menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada pada angka 91 dan masuk kategori tidak sehat.
Sementara itu, parameter PM10 tercatat mencapai 224 yang berada pada kategori sangat tidak sehat.
Kondisi udara tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Paparan udara yang tercemar asap karhutla juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dengan masih tingginya jumlah hotspot dan kondisi kualitas udara yang belum stabil, masyarakat diimbau tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan serta menggunakan masker saat berada di tengah kondisi udara yang berasap.(Cha)











