Sortir dan Pelipatan Berproses, KPU Bulungan Temukan Surat Suara Rusak

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan masih melakukan proses sortir dan pelipatan surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024.

Ketua KPU Bulungan, Lili Suryani mengatakan, data terakhir yang diterima olehnya pada Kamis (11/1) siang, tercatat ada 362 surat suara yang rusak. Jumlah ini akumulasi kerusakan dari tiga jenis surat suara Pemilu 2024.

Lili merincikan, total surat suara yang rusak itu terdiri dari 34 lembar surat suara DPD RI, 149 lembar surat suara DPR RI dan 179 lembar surat suara Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan dua jenis surat suara lainnya, yakni DPRD provinsi dan DPRD kabupaten masih dalam proses sortir dan pelipatan.

Baca Juga  Masuki Tahap Akhir TA Revamp, KPI Balikpapan Siap Aktifkan Kilang Raksasa

“Kalau dibandingkan dengan yang Pemilu 2019, jumlah kerusakan surat suara di Pemilu 2024 ini lebih sedikit. Karena di 2019 itu lumayan banyak yang rusak dan jenis kerusakannya,” tutur Lili.

Melihat progres yang ada, Lili optimistis penyelesaian sortir dan pelipatan surat suara akan lebih cepat dari target yang sebelumnya ditetapkan.

“Awalnya itu kita targetkan penyelesaian pelipatan sekitar 7 hingga 10 hari dengan melibatkan lebih dari 100 orang. Tapi kalau kita lihat, kemungkinan waktu untuk penyelesaiannya akan lebih cepat dari target itu,” kata Lili.

Baca Juga  Hingga Desember 2023 Pemasangan PJU Telah Mencapai 98 Persen

Lili juga menyebutkan, setelah sortir dan pelipatan selesai, petugas dair KPU Bulungan akan kembali melakukan pengecekan jumlah per ikat dari surat suara yang telah dilipat dengan cara ditimbang.

“Kita sudah ada hitungannya, per ikat itu terdiri dari 10 lembar surat suara dengan berat sekitar 12,3 hingga 12,7 gram. Jadi, kalau dia lebih dari itu, maka dimungkinkan jumlahnya akan lebih sehingga harus dicek ulang,” jelasnya.

Baca Juga  Gelar Grand Safety Talk, Kilang Pertamina Unit Balikpapan Siap Integrasikan Instalasi Kilang Baru

Setelah proses sortir dan pelipatan selesai, surat suara itu akan dihitung ulang oleh petugas dari KPU Bulungan untuk mengetahui apakah yang ada itu sudah cukup atau masih kurang.

“Jika sudah cukup, maka kita tidak perlu meminta penggantian surat suara yang rusak. Tapi kalau kurang, maka kita akan minta lagi untuk penambahan sesuai dengan jumlah yang kurang,” jelasnya. (*/AH)

#Bulungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini